Tepatnya dua minggu yang lalu, salah
satu stasiun televisi nasional, NET TV kembali membuat inovasi baru dalam
program mereka. Ya. Mereka membuat sebuah acara yang mereka namakan The Remix. Acara
ini sendiri merupakan sebuah kompetisi di mana para peserta ditantang me-remix
lagu-lagu yang telah ada dengan versi mereka sendiri. Sebuah kompetisi yang
menurut saya sangat baru dan sepengetahuan saya baru NET lah yang mengadakan
kompetisi ini. Melihat komposisi dari kompetisi ini, maka saya tidak sungkan
untuk mengakui kejeniusan pihak NET. Mengapa? Mari kita bahas satu persatu.
Hal pertama yang akan saya bahas
adalah konsep. Sesuai dengan nama acaranya, The Remix menuntut peserta untuk
me-remix lagu-lagu yang sudah ada dengan nuansa musik EDM (Electronic
Dance Music). Konsep yang menurut saya sangat fresh mengingat musik elektronik
belum terlalu diterima kebanyakan masyarakat. Bisa jadi karena sebagian orang
masih menganggap musik EDM sebagai musik yang identik dengan hura-hura, drug,
alcohol, ataupun hal negatif lainnya. Melalui acara The Remix, saya melihat
bahwa NET secara tidak langsung sedang berusaha untuk menyampaikan kepada
masyarakat bahwa musik EDM tidak selalu identik dengan hal-hal negatif. Meskipun
musik elektronik terkesan mewah, musik elektrik bisa dijadikan hiburan yang
positif, menghibur, dan tentunya memacu adrenalin setiap orang yang
menontonnya. Apalagi dengan adanya sistem eliminasi untuk peserta setiap
minggunya, tentunya para peserta akan terus berusaha memberikan suguhan terbaik
dari mereka untuk menghibur para penikmat musik yang sedang menontonnya.
Kedua, mari kita lihat susunan dewan
juri. Bagi kaum pecinta musik EDM, nama Winky
Wiryawan pasti sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Berstatus sebagai DJ
ternama dan juga sebagai composer di blantika musik Indonesia, kehadirannya
sudah dipastikan bakal memberikan warna yang berbeda, khususnya untuk
penampilan para peserta di setiap minggunya. Ada lagi Maia Estianty, salah satu
penyanyi sekaligus produser musik yang sudah banyak makan asam garam di industri
musik. Ditambah dengan keahliannya sebagai seorang DJ, maka sudah pasti acara
The Remix akan lebih berwarna. Terakhir, ada Addie MS, composer legend di
Indonesia yang tidak perlu saya jabarkan lagi seperti apa sosok juri yang
terakhir ini. Pastinya, dengan formasi 3 juri di atas, bisa disimpulkan bahwa
NET sangat serius dalam meng-create acara The Remix.
Terakhir, kita akan bahas dari sisi
peserta. Bisa dibilang The Remix berbeda dengan ajang kompetisi musik lainnya,
karena para pesertanya merupakan penyanyi serta composer yang notabene sudah
memiliki nama di blantika musik Indonesia. Di sini masing-masing penyanyi
disandingkan dengan composer yang akhirnya membentuk delapan grup. Kedelapan
grup ini setiap minggunya akan me-remix lagu-lagu yang sudah ada dan
sesuai dengan tema yang ditentukan dewan juri. Mengingat status mereka yang
bukan sebagai orang baru di industri musik Indonesia, ditambah mereka harus
tampil di depan para dewan juri yang juga berkelas, pastinya para peserta tidak
akan mau memberikan sesuatu yang biasa-biasa saja setiap minggunya.
Berdasarkan tiga hal yang saya
jabarkan di atas, maka saya sangat yakin The Remix dapat memberikan warna baru
bagi pecinta ajang pencarian bakat di Indonesia yang selama ini terkesan
monoton. Tentunya kita berharap di waktu yang akan datang kita bisa melihat
para peserta di The Remix bukan lagi “muka-muka lama”, melainkan
talenta-talenta baru yang siap meramaikan industri musik Indonesia.

No comments:
Post a Comment