Monday, 12 October 2015

The Remix, Membawa Warna Baru dalam Ajang Kompetisi Musik di Indonesia



            Tepatnya dua minggu yang lalu, salah satu stasiun televisi nasional, NET TV kembali membuat inovasi baru dalam program mereka. Ya. Mereka membuat sebuah acara yang mereka namakan The Remix. Acara ini sendiri merupakan sebuah kompetisi di mana para peserta ditantang me-remix lagu-lagu yang telah ada dengan versi mereka sendiri. Sebuah kompetisi yang menurut saya sangat baru dan sepengetahuan saya baru NET lah yang mengadakan kompetisi ini. Melihat komposisi dari kompetisi ini, maka saya tidak sungkan untuk mengakui kejeniusan pihak NET. Mengapa? Mari kita bahas satu persatu.

            Hal pertama yang akan saya bahas adalah konsep. Sesuai dengan nama acaranya, The Remix menuntut peserta untuk me-remix lagu-lagu yang sudah ada dengan nuansa musik EDM (Electronic Dance Music). Konsep yang menurut saya sangat fresh mengingat musik elektronik belum terlalu diterima kebanyakan masyarakat. Bisa jadi karena sebagian orang masih menganggap musik EDM sebagai musik yang identik dengan hura-hura, drug, alcohol, ataupun hal negatif lainnya. Melalui acara The Remix, saya melihat bahwa NET secara tidak langsung sedang berusaha untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa musik EDM tidak selalu identik dengan hal-hal negatif. Meskipun musik elektronik terkesan mewah, musik elektrik bisa dijadikan hiburan yang positif, menghibur, dan tentunya memacu adrenalin setiap orang yang menontonnya. Apalagi dengan adanya sistem eliminasi untuk peserta setiap minggunya, tentunya para peserta akan terus berusaha memberikan suguhan terbaik dari mereka untuk menghibur para penikmat musik yang sedang menontonnya.
            Kedua, mari kita lihat susunan dewan juri. Bagi kaum pecinta musik EDM, nama  Winky Wiryawan pasti sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Berstatus sebagai DJ ternama dan juga sebagai composer di blantika musik Indonesia, kehadirannya sudah dipastikan bakal memberikan warna yang berbeda, khususnya untuk penampilan para peserta di setiap minggunya. Ada lagi Maia Estianty, salah satu penyanyi sekaligus produser musik yang sudah banyak makan asam garam di industri musik. Ditambah dengan keahliannya sebagai seorang DJ, maka sudah pasti acara The Remix akan lebih berwarna. Terakhir, ada Addie MS, composer legend di Indonesia yang tidak perlu saya jabarkan lagi seperti apa sosok juri yang terakhir ini. Pastinya, dengan formasi 3 juri di atas, bisa disimpulkan bahwa NET sangat serius dalam meng-create acara The Remix.

            Terakhir, kita akan bahas dari sisi peserta. Bisa dibilang The Remix berbeda dengan ajang kompetisi musik lainnya, karena para pesertanya merupakan penyanyi serta composer yang notabene sudah memiliki nama di blantika musik Indonesia. Di sini masing-masing penyanyi disandingkan dengan composer yang akhirnya membentuk delapan grup. Kedelapan grup ini setiap minggunya akan me-remix lagu-lagu yang sudah ada dan sesuai dengan tema yang ditentukan dewan juri. Mengingat status mereka yang bukan sebagai orang baru di industri musik Indonesia, ditambah mereka harus tampil di depan para dewan juri yang juga berkelas, pastinya para peserta tidak akan mau memberikan sesuatu yang biasa-biasa saja setiap minggunya.

            Berdasarkan tiga hal yang saya jabarkan di atas, maka saya sangat yakin The Remix dapat memberikan warna baru bagi pecinta ajang pencarian bakat di Indonesia yang selama ini terkesan monoton. Tentunya kita berharap di waktu yang akan datang kita bisa melihat para peserta di The Remix bukan lagi “muka-muka lama”, melainkan talenta-talenta baru yang siap meramaikan industri musik Indonesia.